Mengulik Fenomena Laut Mati di Pantai Tureloto, Nias Utara

  • 2 menit waktu baca
  • Tuesday, 24 March 2020

Lagi cari destinasi anti mainstream buat liburan lagi? Coba terbang dan main ke Kabupaten Nias Utara, deh! Di sana, ada Pantai Tureloto yang terkenal dengan laut matinya.

Yap, mirip seperti yang ada di Yordania, Pantai Tureloto menawarkan sensasi yang tidak bakal bisa sahabat lupakan. Di bawah cuaca tropis khas Samudera Hindia, sahabat bisa berenang dan terapung di tengah laut sambil tanpa harus takut akan tenggelam.

Hamparan karang di perairan Tureloto muncul ke permukaan sehingga membentuk semacam benteng beberapa ratus meter dari bibir pantai. Benteng karang tadi akhirnya menghalau gelombang laut dan menciptakan semacam laguna dengan air biru yang jernih dan tenang sekali.

Letaknya di pesisir barat Sumatera membuat posisi terbenamnya matahari makin menawan. Jelang sore, sempatkan diri sahabat buat berjemur di atas hamparan pasir putih menghadap ke barat.

Secara perlahan, warna jingga di langit berubah menjadi kalbu saat matahari mulai meninggalkan ufuknya. Tidak heran, banyak wisatawan mancanegara rela datang ke sini buat berburu sunset-nya.

Tentu saja, wisatawan yang main ke sini ingin berburu pengalaman terapung di laut mati. Pertanyaannya muncul, kenapa sih benda yang berada di permukaan bisa terapung? Well, jawabannya adalah kandungan garam yang sangat tinggi.

Seperti versi Yordania, laut mati ala Pantai Tureloto hadir dengan kandungan garam hingga 33,7 persen atau sembilan kali lebih banyak daripada kandungan garam di laut pada umumnya yang berkisar 3,5%.

Nah, kadar garam yang tinggi membuat air lautnya terasa lebih padat. Sesuai dengan teorinya, ketika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis airnya, maka benda tersebut bakal mengapung. Dengan massa tubuh manusia yang 0,985 gr/cm3 adalah sedangkan massa jenis air laut mati adalah 1,24gr/cm3. Jadi, jangan heran kalau sahabat bisa mengapung.

Karena kadar air garam yang tinggi pula, sahabat tidak bakal bisa menemukan kehidupan bawah laut seperti pada umumnya. Mengingat, tidak ada mahluk hidup, bakal ikan sekecil apapun yang bisa bertahan dengan kadar garam tinggi,

Namun, bukan berarti sahabat tidak bisa tenggelam, lho! Karena, jika beban yang terapung di atas laut jauh lebih berat, pasti akan tenggelam juga. Jadi, pastikan sahabat tetap menggunakan pelampung demi keselamatan, ya.

Nah, laut mati, baik di Pantai Tureloto maupun Yordania biasanya dipengaruhi oleh kondisi iklim yang kering. Sehingga, evaporasi atau penguapan yang tinggi menyebabkan mineral yang terdapat di dalam air tersebut berubah, ditambah kandungan garam, gipsum dan kapur yang terdapat di sekitar retakan membentuk danau dengan konsentrasi garam yang sangat tinggi.

Terlepas dari faktanya, laut mati di Pantai Tureloto bisa memberikan pengalaman liburan yang baru dan unik, lho. Sudah siap main ke sana?