Info Corona Ini Mitos Atau Fakta? Cek Kebenarannya dari WHO!

  • 3 menit waktu baca
  • Saturday, 11 April 2020
Info Corona Ini Mitos Atau Fakta

Info Corona Ini Mitos Atau Fakta? Cek Kebenarannya dari WHO! – Pandemi Corona tengah marak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Pemberitaan-pemberitaan tentang virus juga turut dibagikan. Mulai dari gejala, pencegahan, serta info-info tentang Corona. Seiring dengan banyaknya berita yang menyebar, mitos Corona juga sering dibagikan secara sengaja atau gak sengaja.

Lalu, gimana cara terhindar dari info yang ternyata belum terbukti kebenarannya? Nah, supaya sahabat gak salah, TemanPetualang sudah rangkum 14 fakta yang dilansir dari WHO. Kita simak sama-sama, yuk!

1. COVID-19 bisa ditularkan di daerah dengan iklim panas dan lembab

Dari berbagai kasus yang telah terjadi, ternyata COVID-19 dapat ditularkan di semua area, termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab. Jadi, di iklim apapun kita tinggal, lindungi diri dengan sering-sering membersihkan tangan. Dengan mencuci tangan, sahabat bisa menghindari infeksi yang bisa terjadi saat menyentuh mata, mulut, dan hidung.

2. Cuaca dingin dan salju tidak bisa membunuh virus Corona

Pernah dengar mitos Corona yang satu ini? Katanya salju bisa membunuh Corona. Faktanya, suhu tubuh manusia yang normal adalah 36,5 hingga 37 derajat celcius. Jadi, kalau sahabat kedinginan, bukan jaminan bisa terbebas dari Corona.

3. Mandi air panas tidak mencegah penularan Corona

Belum ada penelitian yang menyatakan air panas dapat mencegah atau membunuh COVID-19. Sama seperti mitos Corona tentang cuaca dingin atau salju, suhu normal manusia adalah 36,5 hingga 37 derajat celcius. Air panas akan membuat suhu tubuh jadi tidak normal. Bahkan efek sampingnya, kulitmu bisa terbakar akibat air yang terlalu panas.

4. Virus Corona tidak bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk

Beda dengan penyakit Malaria, Corona adalah virus pernapasan yang menyebar melalui tetesan saat penderitanya batuk atau bersin. Hingga saat ini, belum ada bukti yang menyatakan kalau Corona dapat ditularkan melalui nyamuk.

5. Pengering tangan bisa membunuh virus Corona?

Tidak. Faktanya, pengering tangan tidak bisa membunuh virus Corona. Untuk melindungi diri dari virus ini, sahabat bisa menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol 70%. Selain itu, sahabat juga dianjurkan untuk sering-sering mencuci tangan dengan sabun, lalu keringkan pakai handuk atau tisu.

6. Bisakah lampu UV membunuh virus Corona?

Beberapa toko online mulai menjual lampu UV yang dipercaya bisa membunuh virus Corona. Tapi, menurut WHO, lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lain, karena radiasi dari UV bisa menyebabkan iritasi kulit.

7. Seberapa efektif penggunaan thermal gun untuk mendeteksi Corona?

Menurut WHO, thermal gun dinilai efektif untuk mendeteksi pasien Corona yang sudah demam. Tapi, thermal gun tidak bisa mendeteksi pasien yang sudah terinfeksi, tapi belum sakit demam. Alasannya, pasien Corona baru mengalami demam antara 2 hingga 10 hari setelah terinfeksi virus.

8. Apakah menyemprot alkohol atau klorin ke seluruh tubuh bisa membunuh Corona?

Jawabannya, menyemprot alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak bisa menyembuhkan pasien yang sudah terinfeksi oleh virus Corona. Malah, alkohol dan klorin ini bisa berbahaya untuk mata atau mulut.

9. Apakah vaksin Pneumonia bisa melindungi diri dari Corona?

Pneumonia dan Corona adalah penyakit yang berbeda. Jadi, vaksin Pneumonia tidak bisa memberikan perlindungan pada virus Corona. Hingga saat ini, para peneliti masih mengembangkan vaksin COVID-19.

10. Membilas atau menyemprot hidung dengan cairan Saline bisa mencegah penularan Corona?

Jawabannya tidak. Menurut WHO, memang ada beberapa bukti bahwa cairan Saline membantu menyembuhkan flu biasa dengan lebih cepat. Tapi, membilas atau menyemprot hidung dengan cairan ini belum terbukti bisa mencegah infeksi pernapasan.

11. Makan bawang putih bisa cegah Corona?

Bawang putih memang makanan yang sehat dan punya sifat antimikroba. Dipercaya, bawang putih bisa menjadi antibiotik dan mampu melawan bakteri. Tapi hingga saat ini, belum ada bukti kalau bawang putih bisa melindungi kita dari penularan virus Corona.

12. Apakah hanya orang tua yang bisa terinfeksi virus Corona?

Faktanya, orang-orang dari segala rentang usia bisa terinfeksi virus Corona. Tapi, orang yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung, bisa lebih rentan terinfeksi virus ini.

13. Antibiotik tidak mampu mencegah dan mengobati Corona

Corona adalah virus. Sementara, antibiotik hanya mampu melawan bakteri. Jadi, antibiotik tidak mampu mencegah apalagi mengobati pasien yang terkena virus Corona. Tapi, pasien Corona yang ada di rumah sakit bisa saja diberikan antibiotik juga. Alasannya, karena pasien juga punya kemungkinan untuk terkena koinfeksi bakteri.

14. Adakah obat khusus untuk mencegah atau mengobati Corona?

Hingga saat ini, menurut WHO, belum ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah dan mengobati Corona. Untuk pasien yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat, suportif, dan optimal.

Nah, itulah beberapa mitos Corona serta fakta sesungguhnya dari WHO. Di tengah maraknya berita yang ada, kita harus tetap tanggap mencari tahu kebenarannya, supaya penanganan yang kita lakukan tidak salah. Lalu, untuk mencegah penyebaran virus ini, jaga kesehatan, perbanyak konsumsi makanan sehat, dan jangan lupa sering-sering mencuci tangan dengan bersih.

Sumber : WHO