Hangatnya Perayaan Kurban di Maroko Bikin Sahabat Kangen Kumpul Keluarga
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kalau di Indonesia, Idul adha dikenal dengan lebaran haji, maka di Maroko hari raya Idul adha lebih dikenal dengan sebutan Ied Kabir yang berarti hari raya yang besar. Maklum, perayaan kurban di negara ini hampir semua masyarakatnya merasakan kebahagiaan dan kebersamaan. Tak ada bedanya antara yang kaya dan miskin, karena semua masyarakat Maroko sudah terbiasa dengan tradisi berkurban, jadi setiap orang sangat diusahakan untuk berkurban.

kurban di maroko

sumber : Sumber gambar: https://www.thespruceeats.com/eid-al-adha-in-morocco-2394819

Pemerintah setempat pun mendukung gerakan berkurban dengan memberikan  bantuan berupa bank pinjaman kurban tiap tahunnya kepada masyarakat yang kurang mampu. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tidak ada uang kalau ingin berkurban. Hal ini dilakukan pemerintah setempat agar setiap rumah bisa melaksanakan kurban tanpa terkecuali. Jadi untuk pemotongan kurbannya tidak dilakukan secara kolektif kaya di Indonesia. Tapi tiap rumah bisa memotong hewan kurban sendiri. Kebayang dong kalau satu kampung dengan 100 rumah melaksanakan kurban semua, itu artinya ada minimal 100 hewan kurban di kampung itu. Keren ya. 

Selain kebiasaan dalam berkurban, negeri seribu benteng ini juga memiliki tradisi perayaan kurban yang meriah terutama dari segi makan-makan saat lebaran tiba. Tapi sebelum menyantap makanan lezatnya, sahabat harus tahu dulu nih proses penyembelihannya bagaimana. Setelah melaksanakan salat Ied berjamaah, masyarakat mulai menyembelih hewan kurbannya tapi tidak langsung dibagikan.

Untuk hari pertama lebaran, hewan kurban yang telah disembelih akan diambil bagian dalam dan kepalanya terlebih dulu, sementara bagian lainnya akan digantung secara utuh dan dibiarkan selama semalam baru nantinya daging itu dipotong-potong. Bagian dalamnya akan diolah terlebih dulu, seperti bagian hati hewan yang diolah lebih dulu dengan cara disate. Sementara bagian lainnya seperti usus akan diolah menjadi Taqliya untuk menu makan siang. Pada sore menjelang malam, mereka akan bersilaturahmi ke rumah keluarga lalu menyantap kepada hewan kurban yang telah dipanggang.

AID EL KEBIR | Capucine Bailly

Memasuki hari kedua, masyarakat akan berkumpul dan membagikan daging kurban kepada yang membutuhkan. Setelah dibagikan barulah hewan kurban yang telah digantung semalam itu diolah menjadi masakan khas negeri Maroko. Tiap rumah akan menyajikan makanan dari hewan kurban itu secara bertahap. Mereka biasanya akan berkumpul dengan keluarga-keluarga besar untuk menikmati hidangan-hidangan spesial tersebut. Momen ini menjadi kesempatan bagi masyarakat muslim di Maroko untuk mempererat tali persaudaraan antar keluarga dan kerabat.

Baca Juga :