Do’s and Don’ts Membawa Obat-Obatan ke Dalam Pesawat

  • 1 menit waktu baca
  • Saturday, 21 March 2020

Sudah siap pergi liburan dengan pesawat terbang? Jangan sampai lupa bawa perlengkapan dan kebutuhan pribadi, ya. Salah satunya adalah obat-obatan.

Tapi, jangan asal bawa obat-obatan, lho. Soalnya, semua maskapai penerbangan punya kebijakan sendiri yang mengatur masuknya obat-obatan ke dalam kabin pesawat.

Tentu saja, ini merupakan usaha utama untuk mencegah masuknya barang-barang yang dilarang, seperti narkotika atau bahkan bahan peledak. Jadi, sahabat wajib mengetahui aturan apa saja yang harus diikuti saat terbang membawa obat-obatan pribadi.

Sebagai referensi, TemanPetualangDotCom sudah merangkumnya yang ambil dari situs resmi TSA buat sahabat, nih. Simak, yuk!

Do’s

– Sahabat bisa membawa obat-obatan dalam bentuk tablet atau padat dengan jumlah banyak tanpa harus memberitahu petugas bandara dan telah melalui proses screening X-Ray
– Sahabat diperbolehkan untuk membawa obat-obatan dalam bentuk cair dalam jumlah yang sudah ditentukan, tidak lebih dari 3,4 ons atau 100 miligram.
– Sahabat boleh membawa obat-obatan, baik dalam bentuk padat atau cair dengan tas hand-carry ataupun di dalam tas yang masuk ke dalam bagasi pesawat
– Tablet seperti nitroglycerin yang dibutuhkan untuk mengurangi nyeri dada pada pengidap penyakit jantung diperbolehkan masuk ke kabin tanpa larangan

Don’ts

– Sahabat membawa obat-obatan dalam bentuk cair tanpa ada pemberitahuan dan tanpa menyertakan resep atau rujukan dari dokter kepada petugas bandara
– Sahabat membawa obat-obatan dalam bentuk cair melebihi batas yang ditentukan, 3,4 ons atau 100 miligram.
– Sahabat membawa obat-obatan, baik cair maupun padat, ke dalam kabin tanpa melalui proses screening X-ray
– Sahabat tidak bersedia membuka kemasan obat-obatan dan memberikan visual mengenai bentuknya saat diminta oleh petugas keamanan bandara.