Do’s and Don’ts Membawa Obat-Obatan ke Dalam Pesawat
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Sudah siap pergi liburan dengan pesawat terbang? Jangan sampai lupa bawa perlengkapan dan kebutuhan pribadi, ya. Salah satunya adalah obat-obatan.

Tapi, jangan asal bawa obat-obatan, lho. Soalnya, semua maskapai penerbangan punya kebijakan sendiri yang mengatur masuknya obat-obatan ke dalam kabin pesawat.

Tentu saja, ini merupakan usaha utama untuk mencegah masuknya barang-barang yang dilarang, seperti narkotika atau bahkan bahan peledak. Jadi, sahabat wajib mengetahui aturan apa saja yang harus diikuti saat terbang membawa obat-obatan pribadi.

Sebagai referensi, TemanPetualangDotCom sudah merangkumnya yang ambil dari situs resmi TSA buat sahabat, nih. Simak, yuk!

Do’s

– Sahabat bisa membawa obat-obatan dalam bentuk tablet atau padat dengan jumlah banyak tanpa harus memberitahu petugas bandara dan telah melalui proses screening X-Ray
– Sahabat diperbolehkan untuk membawa obat-obatan dalam bentuk cair dalam jumlah yang sudah ditentukan, tidak lebih dari 3,4 ons atau 100 miligram.
– Sahabat boleh membawa obat-obatan, baik dalam bentuk padat atau cair dengan tas hand-carry ataupun di dalam tas yang masuk ke dalam bagasi pesawat
– Tablet seperti nitroglycerin yang dibutuhkan untuk mengurangi nyeri dada pada pengidap penyakit jantung diperbolehkan masuk ke kabin tanpa larangan

Do’s and Don’ts Membawa Obat-Obatan ke Dalam Pesawat

Don’ts

– Sahabat membawa obat-obatan dalam bentuk cair tanpa ada pemberitahuan dan tanpa menyertakan resep atau rujukan dari dokter kepada petugas bandara
– Sahabat membawa obat-obatan dalam bentuk cair melebihi batas yang ditentukan, 3,4 ons atau 100 miligram.
– Sahabat membawa obat-obatan, baik cair maupun padat, ke dalam kabin tanpa melalui proses screening X-ray
– Sahabat tidak bersedia membuka kemasan obat-obatan dan memberikan visual mengenai bentuknya saat diminta oleh petugas keamanan bandara.

Baca Juga :