Cerita Unik Dibalik Sajian Legendaris Khas Palembang
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Tidak lengkap rasanya jadi traveler, kalau belum mencoba kuliner khas langsung di daerah asalnya. sahabat pasti terkejut, karena rasanya bisa saja berbeda dengan apa yang selama ini sahabat cicipi. Misalnya, masakan Palembang di Kota Palembangnya sendiri, ternyata rasanya lebih gurih dan bumbunya lebih kuat daripada yang selama ini kita santap loh. Hmmm… Bikin travelers makin penasaran, bukan? Boleh banget nih, wisata kuliner langsung di kotanya masuk ke dalam daftar destinasi yang wajib sahabat kunjungi setelah pandemi selesai. Nah, sambil sekarang kita bersiap diri, simak cerita unik dibalik sajian legendaris khas Palembang yang dirangkum temanpetualang.com, yuk! Supaya ketika #NantiKitaPetualangLagi ke Kota Palembang, sahabat sudah memahami asal muasal kuliner ikonik dari kota ini.

PEMPEK

Pempek Palembang

Dari Sabang sampai Merauke, siapa sih yang tidak tahu pempek? Sajian yang dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung kanji ini, setidaknya pasti pernah satu kali sahabat cicipi. Meski umumnya terbuat dari daging ikan tenggiri, ternyata pempek juga bisa memakai daging ikan belida atau ikan gabus, loh travelers! Selain itu, ada beberapa jenis pempek yang perlu untuk sahabat ketahui. Seperti pempek lenjer, pempek kapal selam, pempek lenggang, pempek kulit, pempek pistel, pempek keriting, pempek udang, pempek tahu, dan lainnya. Kalau sahabat ke Kota Palembang nanti, dijamin deh tidak akan sulit menemukan makanan yang satu ini. Karena sahabat bisa menemukan pempek dijual hampir di setiap sudut kotanya. Soal rasa? tidak usah khawatir. Yang orisinil langsung dari kotanya, pasti istimewa!

Omong-omong soal makanan yang lezat ini, ternyata pempek telah ada sejak zaman Sultan Mahmud Badaruddin II masih berkuasa atau tepatnya di abad ke-16. Di masa kesultanan Palembang saat itu, mulanya pempek disebut dengan kelesan, yang artinya tahan jika disimpan dalam waktu lama. Pada awalnya, kelesan dibuat oleh orang asli Palembang namun dijual oleh pedagang berkebangsaan Tionghoa yang telah menetap di Palembang. Para pembeli, yang kebanyakan adalah anak muda Palembang, biasanya memanggil pedagang Tionghoa yang berjualan kelesan dengan sebutan ‘empek’. Karena hal itulah, nama kelesan berganti pempek dan akhirnya menjadi nama kuliner khas Palembang ini hingga sekarang. Wah… Unik banget ya, travelers? Jadi makin pengen ke Palembang terus makan kelesan, eh, pempek deh!

TEKWAN

Tekwan

Eits… Selain si legendaris pempek, ada kuliner Palembang berbahan ikan lainnya yang tidak kalah terkenal, travelers! Tekwan namanya. Tekwan adalah makanan khas dengan kuah kaldu udang yang gurih, berisi potongan kecil daging ikan tenggiri, jamur, bihun atau soun, dan irisan bengkoang. Makanan ini sekilas mirip dengan sajian sup bakso ikan atau fish cake.

Sedikit berbeda dengan sejarah pempek, tekwan pertama kali diperkenalkan oleh pedagang Tionghoa yang telah menetap di Palembang. Makanan yang menyerupai sup ikan ini kemudian diadopsi dan diadaptasi oleh orang asli Palembang, sehingga menjadi lebih pas dengan cita rasa lokal. Nah, nama tekwan sendiri ternyata merupakan singkatan dari kalimat ‘bekotek samo kawan’ yang artinya mengobrol bersama kawan. Hal ini berdasarkan kebiasaan orang asli Palembang, yang gemar menyantap tekwan sambil berbincang santai dengan teman-temannya. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa nama tekwan berasal dari serapan Bahasa Inggris ‘take one’ yang berarti mengambil satu-satu.

Gimana travelers, unik dan menarik kan cerita dibalik sajian legendaris khas Kota Palembang ini? Nah, meski situasi sekarang belum kondusif, jangan lupa masukkan kota ini ke dalam traveling wishlist sahabat, ya! Ada pempek dan tekwan yang setia menanti untuk sahabat cicipi. Untuk sekarang ini, tetap dan selalu semangat meski di rumah aja.

Baca Juga :