8 Tips Aman Traveling Untuk Pengidap Darah Rendah

  • 2 menit waktu baca
  • Wednesday, 25 March 2020

Punya darah rendah tapi kepingin traveling? Jangan khawatir! karena sahabat tetap bisa traveling seru dengan mengikuti tips dari temanpetualang.com.

Darah rendah atau hipotensi sendiri adalah kondisi ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah daripada tekanan darah normal. Ketika darah mengalir lewat arteri, otomatis dinding arteri akan menerima tekanan. Tekanan ini yang menjadi ukuran kekuatan aliran darah atau yang sering kita sebut dengan tekanan darah.

Sebenarnya, ada banyak sekali faktor penyebab darah rendah terjadi. Mulai dari kehamilan, masalah jantung, dehidrasi hingga infeksi semuanya bisa menimbulkan darah rendah. Selain itu, darah rendah juga bisa disebabkan oleh faktor genetika dari kedua orang tua.

Nah, biar nyaman, temanpetualang.com punya beberapa tips traveling buat pengidap darah rendah. Simak, yuk!

Istirahat Cukup

Salah satu cara untuk meredakan bahkan menghindari terjadinya darah rendah adalah istirahat yang cukup. Karena, darah dalam tubuh butuh sirkulasi yang baik. Sehingga, ketika kondisi tubuh prima, darah akan mengalir dengan baik dan seimbang.

Hindari Cuaca Panas

Sering kali cuaca berubah dengan drastis saat traveling. Nah, yang bisa jadi kabar buruk adalah jika cuaca panas yang menyerang. Udara panas bisa menyebabkan mereka yang menderita hypotension mengalami pusing. Hindari sebisa mungkin atau gunakan pelindung saat sedang berada di luar ruangan dalam kondisi cuaca panas.

Jangan Terlalu Lama Berdiri

Jika sahabat punya darah rendah atau tengah mengalami serangan, usahakan untuk perbanyak duduk atau minimal berpegangan. Karena, tingkat keseimbangan yang minim dapat membuat sahabat terjatuh dan pingsan. Hal ini yang justru berbahaya, karena bisa menyebabkan pendarahan dalam dan beberapa resiko lainnya.

Perbanyak Air Putih

Salah satu cara untuk mempertahankan tekanan darah normal adalah dengan memperbanyak cairan, hingga tubuh terhindar dari dehidrasi. Orang dengan tekanan darah yang rendah harus banyak minum. Semakin encer darah, semakin baik peredarannya di dalam tubuh. Dianjurkan minum 2-3 liter per hari, dan lebih banyak lagi ketika cuaca sedang panas. Nah, kalau bisa sahabat hindari konsumsi alkohol dulu, ya!

Ubah Posisi Tidur

Penderita darah rendah memiliki kemungkinan blood drop secara tiba-tiba. Apalagi ketika bangun tidur, yang mana sahabat tengah membangun kesadaran tubuh. Untuk menghindari penurunan darah yang tiba-tiba, dianjurkan untuk menumpuk 2-3 bantal saat tidur.

Mandi Air Hangat dan Dingin

Saat mengalami darah rendah, pastinya sahabat akan merasa sangat lemas. Nah, salah satu cara untuk memupuk kembali energi adalah dengan mandi. Saat mandi, sahabat bisa memainkan suhu air hangat dan dingin secara bergantian untuk meningkatkan energi pada tubuh. Siramkan air melalui pancuran mulai dari kaki hingga dada.

Jangan Lupa Sarapan

Kalau traveling, kadang sarapan jadi hal yang disepelekan. Padahal, sarapan sangat krusial bagi penderita darah rendah. Mereka yang terbiasa sarapan pagi, cenderung untuk tidak terserang kelelahan di siang hari. Makan lima atau enam kali dalam porsi kecil lebih baik dibanding makan tiga kali dalam porsi besar. Setiap kali setelah makan dalam porsi besar, darah akan tertahan di bagian perut untuk melakukan proses pencernaan, ini membuat tekanan darah turun.

Tambah Sodium

Jika darah tinggi dilarang, makan penderita darah rendah dianjurkan untuk menambah kadar sodium pada makanan mereka. Sodium biasanya terdapat pada garam yang dapat meningkatkan volume darah dan menaikan tekanan darah. Penderita hypotension sebaiknya menambah konsumsi garam, tapi juga jangan sampai berlebihan.