6 Manfaat Saat Berada di Bali Selama Perayaaan Nyepi

  • 2 menit waktu baca
  • Monday, 30 March 2020

Pada 25 Maret nanti, warga Hindu di seluruh dunia akan merayakan Hari Nyepi, termasuk masyarakat di Bali. Nah, buat sahabat yang kebetulan sedang berada di Pulau Dewata, jangan khawatir.

Soalnya, selama lockdown Nyepi di Bali, sahabat bisa mendapatkan pengalaman liburan yang berbeda dari biasanya, lho. Selain itu, banyak manfaat yang bisa diambil selama Nyepi di Pulau Dewata.

Nah, kira-kira apa saja nih manfaat yang bisa sahabat rasakan di hari Nyepi nanti? Yuk, simak di bawah ini.

Kedamaian dan Ketenangan Maksimal

Nyepi mengajak umatnya untuk berdiam diri dalam ketenangan. Sehingga, bentuk suara apapun bakal merusak kesunyian. Jadi, berbicara keras-keras sangat dilarang selama Nyepi. Selain itu, sahabat juga harus menghindari pemakaian barang elektronik yang menimbulkan volume suara besar. Jadi, sudah pasti yang sahabat dapatkan selama Nyepi di Bali adalah ketenangan dan kedamaian maksimal.

Langit Bertabur Bintang

Sepanjang Nyepi, seluruh listrik di Bali dipadamkan sementara waktu. Sahabat pun dilarang untuk menyalakan lampu dalam bentuk apapun saat di luar, termasuk lampu balkon yang ada di setiap penginapan.

Nah, peraturan ini yang membuat langit di Bali terlihat sangat terang di malam hari. Sahabat bisa melihat banyak gugus bintang, planet bahkan hamparan galaksi yang luas dari bawah, lho.

Udara Bersih Seharian

Selama Nyepi, tidak ada kendaraan bermotor yang diperbolehkan untuk beroperasi. Terkecuali ambulans, truk pemadam kebakaran dan mobil polisi. Sehingga, udara di Bali selama Nyepi sudah pasti bersih dan bebas polusi. Sahabat bisa puas menghirup udara bersih selama di Bali, deh.

Menikmati Pantai yang Sepi

Jika biasanya pantai di Bali, seperti Kuta, Jimbaran hingga Lovina selalu ramai pengunjung. Maka, selama Nyepi bakal sepi sekali. Ini bisa sahabat manfaatkan buat bersantai sambil menikmati deburan ombak tanpa harus terganggu dengan keramaian.

Belajar Social Distancing

Dalam kehidupan bermasyarakat, social distancing punya peran yang besar krusial ketika terjadi wabah seperti virus Corona seperti sekarang. Nah, dengan berada di Bali selama Nyepi, sahabat bisa belajar tentang social distancing lebih mendalam.

Tidak melulu soal berdiam diri, tetapi sahabat bisa belajar menghemat listrik, persediaan makanan dan keinginan untuk keluar rumah. Jika bisa melakukannya selama 24 jam penuh, berarti sahabat sudah siap untuk melakukan social distancing kapanpun dibutuhkan.

Menyaksikan Ogoh-Ogoh

Sehari sebelum Nyepi digelar, masyarakat Bali biasanya menggelar atraksi budaya Ogoh-ogoh. Dengan penampakan menyeramkan dan sangar, Ogoh-ogoh biasanya diarak keliling desa sebelum Hari Raya Nyepi yang dikenal dengan malam Pangrupukan. Sebelum nantinya akan dibakar dalam ritual Tawur Agung Kesanga.

Nah, ritual pembakaran Ogoh-ogoh ternyata punya makna tersendiri, lho. Lantaran Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang jahat, pembakaran ini dimaksudkan untuk melenyapkan sifat buruk dalam diri manusia. Nah, Ogoh-ogoh ini sendiri spesial karena cuma dihadirkan pas momen Nyepi.